Tuesday, 28 July 2015

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

MAKALAH
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
 Makalah ini disusun guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah Strategi Belajar  Mengajar  yang diampu oleh Fauziyah, S.Si, M.Pd



FAKULTAS AGAMA ISLAM TARBIYAH
UNIVERSITAS NEGERI SINGA PERBANGSA KARAWANG
2015
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan karunia, taufik, dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Strategi Belajar Mengajar”. Penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang strategi belajar mengajar untuk meningkatkan pengetahuan tentang Strategi Pembelajaran bagi calon pendidik..
            Dalam penyusunan makalah ini, penulis juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ibu Fauziyah, S.Si, M. Pd. Selaku dosen mata kuliah Strategi Belajar Mengajar yang memberikan pengarahan selama menyusun makalah. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara materi maupun moril dalam penyusunan makalah ini.
            Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kedepannya. Semoga makalah ini bermanfaat untuk pembaca.


                                                                                    Surakarta, 5 Maret 2011
                                                                                 
                                                                                                Penulis

iii
DAFTAR ISI

Halaman Judul……………………………………………………………………………………….       i
Kata Pengantar……………………………………………………………………………………….      ii
Daftar Isi……………………………………………………………………………………………….     iii

PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang…………………………………………………………………………….      1
  2. Tujuan dan Manfaat……………………………………………………………………..      1

PEMBAHASAN
  1. Pengertian Strategi Belajar Mengajar………………………………………………      2
  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi Strategi Belajar Mengajar…………….      3

PENUTUP
Kesimpulan……………………………………………………………………………………………      7
Saran…………………………………………………………………………………………………….      7

DAFTAR PUSTAKA
1
PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang
Strategi belajar mengajar sangat penting diperhatikan dalam pembelajaran sehingga kegiatan belajar mengajar akan lebih maksimal dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Telah kita ketahui bahwa pelajaran matematika ini dianggap sebagai pelajaran yang menyeramkan oleh peserta didik.
Berdasar pandangan di atas, dalam pendidikan matematika dibutuhkan strategi belajar mengajar yang diharapkan dapat menjadikan pelajaran matematika tidak lagi menjadi sesuatu yang menyeramkan tetapi menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Sebagai calon pendidik maka kita harus mampu memilih dan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan mampu mencapai kesuksesan dalam proses belajar mengajar terutama guru matematika.

  1. B.     Tujuan dan Manfaat
Tujuan penulisan makalah ini adalah (1) Menjabarkan Pengertian Strategi Belajar Mengajar, (2) Menjabarkan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Strategi Belajar Mengajar.
Manfaat penulisan makalah ini ditujukan pada dua pihak : (1) Bagi penulis, diharapkan dapat memberikan gagasan tentang Strategi Belajar Mengajar, (2) Bagi pendidik, diharapkan dapat mengetahui strategi belajar yang tepat untuk meningkatkan prestasi peserta didik.






2
PEMBAHASAN

  1. A.    Pengertian Strategi Belajar Mengajar
Menurut Sumber :
  1. Strategi belajar mengajar adalah salah satu komponen dalam sistem pengajaran. Komponen dari sistem pengajaran adalah tujuan, materi, strategi dan evaluasi.
  2. Strategi belajar mengajar adalah kegiatan guru dalam proses belajar mengajar yang dapat memberikan kemudahan atau fasilitas kepada siswa agar dapat mencapai tujuan pengajaran yang ditetapkan.
  3. Strategi belajar mengajar yang baik adalah yang dapat menjamin tercapainya tujuan pengajaran yang efektif, efisien, dan ekonomis serta dapat meningkatkan keterlibatan siswa baik secara intelektual maupun fisik.
  4. Strategi belajar-mengajar adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa (Gerlach dan Ely).
  5. Strategi belajar-mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan, melainkan juga termasuk di dalamnya materi atau paket pengajarannya (Dick dan Carey).
  6. Strategi belajar-mengajar terdiri atas semua komponen materi pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pengajaran tertentu dengan kata lain strategi belajar-mengajar juga merupakan pemilihan jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang akan dicapai (Gropper).
Perlu adanya kaitan antara strategi belajar mengajar dengan tujuan pengajaran, agar diperoleh langkah-langkah kegiatan belajar-mengajar yang efektif dan efisien. Ia mengatakan bahwa strategi belajar-mengajar ialah suatu rencana untuk pencapaian tujuan. Strategi belajar-mengajar
  1. terdiri dari metode dan teknik (prosedur) yang akan menjamin siswa betul-betul akan mencapai tujuan, strategi lebih luas daripada metode atau teknik pengajaran (Gropper dan Ely).
  2. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu (Kozna).
  3. Strategi Pembelajaran adalah kegiatan guru dalam proses pembelajaran yang dapat memberikan kemudahan atau fasilitas kepada siswa agar dapat mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan.
  4. Strategi pembelajaran terdiri atas semua komponen materi (paket) pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan.
Menurut penulis :
Strategi Belajar Mengajar adalah kegiatan dan cara yang digunakan guru dalam proses pembelajaran yang berisi seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar peserta didik agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancer dan tujuan pembelajaran bisa tercapai secara formal.

  1. A.    Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Strategi Belajar Mengajar
    1. Tujuan Pengajaran.
Berisi perumusan pola tingkah laku yang berupa kemampuan, ketrampilan dan sikap yang diharapkan dimiliki siswa setelah kegiatan pembelajaran selesai. Tujuan ini sangat menentukan pemilihan strategi yang tepat. Semakin terperinci tujuan itu dirumuskan semakin jelas strategi mana yang perlu diambil.
  1. Materi Pelajaran.
3
Tiap bidang studi mempunyai isi dan struktur yang berbeda; IPA berbeda dengan Matematika, dan ini berbeda dengan bahasa dan seterusnya. Ini
akan memberikan corak yang khusus pada strategi yang dipilih.
  1. Siswa.
Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Menurut Dunkin aspek yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dilihat dari aspek siswa:
  1. Aspek latar belakang meliputi jenis kelamin siswa, tempat kelahiran, tempat tinggal siswa, tingkat social ekonomi siswa diihat dari keluarga yang bagaimana siswa berasal, dan lain-lain.
  2. Aspek sifat yang dimiliki siswa yang meliputi kemampuan dasar, pengetahuan, dan sikap. Sikap dan penampilan siswa di dalam kelas juga merupakan aspek lain yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran.
perlu diperhatikan jumlah siswa, perbedaan kemampuan dan tingkat perkembangan, perbedaan kesempatan, kecepatan dan ragam belajarnya.
  1. Guru.
Guru adalah komponen yang sangat menetukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran. Tanpa guru, bagaimana bagus dan idealnya suatu strategi, maka strategi itu tidak mungkin dapat diaplikasikan. Dalam proses pembelajaran, guru tidak hanya berperan sebagai model atau teladan bagi siswa tetapi juga sebagai penge;lola pembelajaran atau manager of learning.
Menurut Dunkin(1974) aspek yang mempengaruhi kualitas proses pembelajaran dilihat dari factor guru:
  1. Jenis kelamin serta semua pengalaman hidup guru yang menjadi factor social mereka.
  2. Pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan aktifitas dan latar belakang pendidikan guru.
  3. Segala sesuatu yang berhubungan dengan sifat yang dimiliki guru.
4

Guru harus memperhatikan kemampuan profesionalnya, kepribadiannya dan gaya mengajarnya.
  1. Fasilitas.
Terdapat beberapa keuntungan bagi sekolah yang memiliki kelengkapan fasilitas:
  1. Dapat menumbuhkan motifasi belajar.
Mengajar dapat dilihat dari dua dimensi yaitu sebagai proses menyampaikan materi pelajaran dan sebagai proses pengaturan lingkungan yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
  1. Dapat memberikan berbagai pilihan bagi siswa untuk belajar.
Setiap siswa pada dasarnya memiliki gaya belajar yang berbeda. Siswa yang bertipe auditif akan lebih belajar melalui pendengaran, sedangkan tipe siswa yang fisual akan lebih mudah belajar melalui penglihatan. Kelengkapan fasilitas akan memudahkan siswa menentukan pilihan dalam belajar.
                   Perlu mempertimbangkan ketersediaan alat, media, ruangan dan pengguanaan waktu yang dimiliki siswa dan sebagainya.
  1. Lingkungan.
Dilihat dari dimensi lingkungan ada dua factor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran, yaitu:
  1. Factor organisasi kelas
Factor organisasi kelas yang meliputi jumlah siswa dalam satu kelas merupakan aspek penting yang bias mempengaruhi proses pembelajaran. Kelompok belajar yang besar dalam satu kelas berkecenderungan:
u Waktu yang tersedia akan semakin sempit.
u Kurang mampu memanfaatkan dan menggunakan semua sumber daya yang ada sehingga sumbangan pikiran akan sulit didapatkan setiap siswa.
u
5
Kepuasan belajar setiap siswa akan cenderung menurun.
u Perbedaan individu antara anggota akan semakin tampak.
u Siswa enggan berpartisispasi aktif dalam setiap kegiatan kelompok.
u Siswa terpaksa menunggu untuk sama-sama maju mempelajari materi pelajaran baru.
  1. Factor iklim social psikologis
Secara internal adalah hubungan antara orang yang terlibat dalam lingkungan sekolah, misalnya iklim social antara siswa dengan siswa, antara siswa dengan guru, antara guru dengan guru, bahkan antara guru dengan pimpinan sekolah.
Secara eksternal adalah keharmonisan hubungan antara pihak sekolah dengan dunia luar, misalnya hubungan sekolah dengan orang tua siswa, hubungan sekolah dengan lembaga-lembaga masyarakat, dan lain-lain. Sehingga upaya-upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran akan mendapat dukungan dari pihak lain.
PENUTUP

Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut: (1) Pengertian Strategi Belajar Mengajar adalah kegiatan dan cara yang digunakan guru dalam proses pembelajaran yang berisi seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar peserta didik agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancer dan tujuan pembelajaran bisa tercapai secara formal.(2) Faktor-faktor yang mempengaruhi Strategi Belajar Mengajar antara lain  Tujuan Pengajaran, materi pelajaran, siswa, guru, fasilitas dan lingkungan.

Saran
Saran dari makalah ini ialah Seorang pendidik sebaiknya mampu menguasai dan menerapkan strategi belajar mengajar berdasarkan situasi dan waktu tertentu dalam pembelajaran di kelas. Supaya peserta didik lebih mudah memahami materi yang disampaikan, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

DAFTAR PUSTAKA


Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Uno, Hamzah B. 2007. Model Pembelajaran Matematika. Jakarata: Bumi Aksara.

Purwoto. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Friday, 24 July 2015

TINGKAH LAKU DAN AYAT KAUNIYAH


TINGKAH LAKU DAN AYAT KAUNIYAH
Makalah
Diajukan Untuk Memenuhi  Salah Satu Tugas Diskusi Semester IV
Program Strata Satu Fakultas Tarbiyah
Mata Kuliah Tafsir Tarbawi III


Disusun oleh :
Kelompok II
Kelas  IV C

                                                 
DAVID SYAPUTRA
DIMAS JANTAKA
DINI NISWATUL U
RATNA
LIA ILHAMI


FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
TAHUN 2014


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR.............................................................................................. ......... i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ......... ii
BAB I     PENDAHULUAN.................................................................................... ......... 1
                     A.    Latar Belakang  ............................................................................................. 1
                     B.    Rumusan Masalah ................................................................................ ......... 1
                     C.    Tujuan Penulisan............................................................................................. 1
      BAB II    PEMBAHASAN....................................................................................... ......... 2
                     A.   Tingkah Laku ( Q.S Fushilat Ayat 53 )................................................. ......... 2
                     B.  Ayat-ayat Kauniyah ( Q.S Ibrahim Ayat 33 ) ...................................... ......... 4

BAB III  PENUTUP ................................................................................................ ......... 8
                     A.    Kesimpulan........................................................................................... ......... 8
                     B.   Saran............................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTA




KATA  PENGANTAR

       Puji  syukur  kami panjatkan  kehadirat  Allah  SWT  yang telah memberikan Rahmat  dan Hidayah-Nya  sehingga  kami  dapat  menyelesaikan karya  tulis  yang berbentuk makalah ini dengan judul “ Tingkah Laku dan Ayat Kauniyah  ”.
       Penyusunan  karya  ilmiah ini  untuk memenuhi tugas mata kuliah Tafsir Tarbawi III dan juga sebagai  ajang latihan  untuk  membuat  skripsi pada  masa  mendatang
Tugas ini  dapat  terselesaikan  karena  adanya  dukungan  dari  berbagai  pihak. Oleh  sebab itu pada  kesempatan  ini  kami  mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.
Penyusun  mengharap  kritik yang bersifat membangun dari berbagai pihak  demi penyempurnaan  penyusunan  karya  tulis  pada  masa  mendatang
      Harapan  penyusun, semoga  karya  tulis ini  dapat  memberikan manfaat  bagi penyusun dan  pembaca.  
Karawang, 01 Juni 2014
   
                 
Penyusun,



 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Akhir-akhir ini kita sering kali dihebohkan dengan berita yang tersiar diberbagai media sosial tentang kasus pembakaran Al-qur’an di Amerika Serikat. Sebagai orang Muslim yang beriman tentu kita sedih mendengar hal tersebut. Disadari atau tidak kita juga terkadang sering melupakan kenikmatan yang telah dikaruniakan Allah SWT kepada kita. Hal tersebut seharusnya menjadi perhatian serius umat islam yang beriman saat ini. Beruntung kita saat ini masih diberikan kenikmatan hidup dialam dunia ini. Bayangkan bila bumi sudah tidak berputar pada porosnya, planet-planet tidak berada pada orbitnya, akan jadi seperti apa kita nanti. Oleh sebab itu kami mencoba mengangkat tema pembahasan tentang Tingkah Laku (Q.S Fushilat ayat 53) dan Ayat Kauniyah (Q.S Ibrahim ayat 33).


B.     Rumusan Masalah
1)      Bagaimana penjelasan Q.S Fushilat : 53 tentang Tingkah Laku ?.
2)      Bagaimana penjelasan Q.S Ibrahim : 33 tentang Ayat Kauniyah ?.

C.     Tujuan Penulisan
1)      Untuk mengetahui penjelasan dari Q.S Fushilat : 53.
2)      Untuk mengetahui penjelasan dari Q.S Ibrahim : 33.


BAB II
PEMBAHASAN
A.     Tingkah Laku ( Q.S Fushilat Ayat 53 )

سَنُرِيهِمۡ ءَايَٰتِنَا فِي ٱلۡأٓفَاقِ وَفِيٓ أَنفُسِهِمۡ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّۗ أَوَ لَمۡ يَكۡفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدٌ ٥٣
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar.Atau tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu”

·        Mufradatataukosa kata
Disegala penjuru                                                                                      فِي ٱلۡأٓفَاق  
(dan pada diri mereka sendiri)                                         :                   وَفِيٓ أَنفُسِهِمۡ
Hingga jelas bagi mereka                                                 :                     حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ
Sesungguhnya Al-Qur’an ituadalahbenar (adalah           :                        أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ 
Atau tiadakah cukup                                                        :                     أَوَ لَمۡ يَكۡفِ 
Kepada atau atas segala sesuatu                                      :              عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ
Menjadi Saksi.                                                                  :                               شَهِيدٌ
·         Munasabah Ayat

Ayat ini bermunasabah dengan ayat sebelum dan sesudahnya, yaitu Q.S. Fushilat[41] ayat 52 dan 54. Di dalam ayat 52 menjelaskan tentang perintah Allah kepada Nabi Muhammad saw. untuk mengecam mereka yaitu orang-orang musyrik yang mendustakan al-Qur’an, mengingkari kebenaran al-Qur’an dan menolak ajaran atau menolak al-Qur’an sebagai

tuntunan tanpa berpikir. Dan di dalam ayat 54 surat Fushilat yakni menjelaskan bahwa mereka berada di dalam keraguan dan pengingkaran tentang pertemuan dengan Tuhan mereka, karena tidak menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah .

·         PembahasanAyat ( Tafsir )
Di dalam Q.S. Fushilat ayat 53 ini, menerangkan bahwa Allah akan memperlihatkan kepada mereka yaitu orang-orang musyrik tanda-tanda kekuasaan Allah di segenap penjuru berupa penaklukan-penaklukan dan kemenangan-kemenangan Islam atas semua negeri dan semua agama. Dan dalil-dalil yang terdapat di dalam diri-diri mereka sendiri seperti peristiwa atau kejadian Perang Badar dan penaklukkan kota suci Mekah. Allah swt. telah memberikan pertolongan pada peristiwa-peristiwa itu terhadap Muhammad saw. dan para sahabatnya. Dan telah menghinakan juga pada peristiwa-peristiwa itu kebatilan. Dan menurut Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, mungkin saja yang dimaksud dengan firman Allah,”dan pada diri mereka sendiri” adalah materi, campuran (senyawa) dan karakteristik yang menakjubkan yang membentuk tubuh manusia, sebagaimana dijelaskan di dalam ilmu anatomi yang menunjukkan tentang hikmah Sang Pencipta. Termasuk tanda kekuasaan Allah yang ada dalam diri (karakter) manusia berupa perilaku yang berbeda-beda, ada yang baik dan jelek. Apakah mereka tidak menggunakan pikiran mereka untuk memahami bukti-bukti yang terdapat dalam al-Qur’an sendiri dan apakah belum cukup bagi
 
mereka bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu, yakni atas perbuatan dan ucapan hamba-hamba-Nya .
Ayat ini merupakan hiburan Allah SWT bagi Nabi saw yang telah disedihkan hatinya oleh sikap dan perbuatan orang-orang musyrik terhadap Al-Quran yang disampaikan Rasulullah kepada mereka dengan firman Nya: "Sesungguhnya sikap, tindakan dan ucapan-ucapan yang dilakukan orang-orang musyrik yang mendustakan ayat-ayat Allah itu, sama dengan tindakan dan ucapan-ucapan yang disampaikan oleh umat-umat terdahulu kepada Rasul-rasul mereka. Bahkan sikap dan tindakan itulebih keras dari yang dilakukan oleh orang-orang musyrik". Walaupun demikian mereka tetap bersabar dan tabah dalam menyampaikan risalahnya. Karena itu hendaklah engkau wahai Rasulullah sabar dan tabah pula, sebagaimana Rasul-rasul sebelum engkau bersabar dan tabah. Tetaplah dalam seruan engkau.

Ayat yang lain yang sama isinya dengan ayat ini ialah firman Nya:

كَذَٰلِكَ مَآ أَتَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا قَالُواْ سَاحِرٌ أَوۡ مَجۡنُونٌ ٥٢ 
“Demikianlah tidak seorang rasulpun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: "Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila"( Q.SAdhariyat : 52 ).

A.     Ayat-ayat Kauniyah ( Q.S Ibrahim ayat 33 )

وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ دَآئِبَيۡنِۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ ٣٣ 
“Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang”
·         Mufradat/Kosa Kata
Dan Dia telah menundukkan.                                               :            وَسَخَّرَ
Bagimu.                                                                                            :                     لَكُمُ 
Matahari.                                                                                          :               ٱلشَّمۡسَ
Bulan.                                                                                               :                وَٱلۡقَمَرَ
Beredar (dalam orbitnya).                                                                :                 دَآئِبَيۡنِ
Malam dan siang hari.                                                                      :        ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ

·         PenjelasanAyat ( Tafsir )
Demikian pula sebagai nikmat Allah SWT kepada manusia, ialah Dia telah menaklukkan bagi manusia matahari dan bulan, yaitu menjadikan matahari dan bulan terus-menerus berjalan mengelilingi garis edarnya yang menimbulkan terang dan gelap yang berfaedah bagi hidup dan kehidupan makhluk. Dengan tetapnya matahari dan bulan, demikian juga planet-planet yang lain berjalan mengelilingi garis edarnya akan terhindarlah terjadinya benturan yang dahsyat antara planet-planet yang ada di cakrawala sebagaimana firman Allah SWT dalam SuratYasin ayat 39-40 :
وَٱلۡقَمَرَ قَدَّرۡنَٰهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَٱلۡعُرۡجُونِٱلۡقَدِيمِ ٣٩ لَاٱلشَّمۡسُ يَنۢبَغِي لَهَآ أَن تُدۡرِكَ ٱلۡقَمَرَ وَلَا ٱلَّيۡلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِۚ وَكُلّٞ فِي فَلَكٖ يَسۡبَحُونَ ٤٠
 
“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua (39).Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya(40)”.

Adanya garis edar yang terus-menerus dilalui oleh tiap-tiap planet itu, telah memberi jalan kepada manusia sampai ke bulan, memberi kemungkinan yang besar bagi manusia untuk berusaha mencapai planet-planet yang lain. Dengan perantara garis edar itu pula manusia dapat menempatkan satelit-satelit yang dapat digunakan untuk kepentingan umat manusia, seperti untuk mengetahui keadaan cuaca, untuk memperlancar hubungan dan telekomunikasi dan sebagainya sehingga hubungan antar negara yang semula dirasakan jauh, maka sekarang dirasakan bertambah dekat.
Allah SWT. menundukkan pula bagi manusia siang dan malam. Siang dapat digunakan manusia sebagai tempat berusaha, beramal, bermasyarakat dan malam dapat dijadikan waktu untuk beristirahat dari kelelahan setelah berusaha di siang hari. Allah berfirman:


وَمِن رَّحۡمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسۡكُنُواْ فِيهِ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٧٣
“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya”

·         Hikmah-HikmahTarbawi
1.        Lebih meningkatkan Cinta kepada Nabi Muhammad SAW
2.        Iman kepada Al-Qur’an sebagai Wahyu allah yang diturnkan kepada Nabi Muhammad SAW.
3.        Menjadikan ayat kauniyah untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.
4.        Memperbanyak syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan  kepada manusia di alam semesta ini.